M

Doa Tahiyat Akhir

Tahiyat akhir merupakan salah satu dari lima bacaan yang wajib dilakukan dalam shalat. Keempat lainnya adalah takbiratul ihram, membaca surat al-Fatihah, membaca shalawat saat tahiyyat akhir, dan salam pertama. Redaksi tahiyat atau tasyahud, baik awal maupun akhir, dalam aplikasi ini (baris pertama) adalah yang dipilih oleh Imam Syafi’i berdasarkan riwayat dari Imam Muslim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Bacaan pada baris kedua adalah shalawat Ibrahimiyah. Kita juga bisa memilih shalawat yang lebih ringkas, seperti "Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muḫammad". Berbeda dari shalawat yang wajib pada tahiyat akhir, doa pada baris ketiga dan keempat hukumnya sunnah.

Bacaan

4 bagian

Bagian 1

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللّٰهِ الصَّالِحِيْنَ، أشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُولُ اللّٰهِ

Attahiyyâtul mubârakâtush shalawatuth thayyibâtu lillâh. Assalâmu ‘alaika ayyuhan nabiyyu waraḫmatullâhi wabarakâtuh. Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibadadillâhish shâliḫîn. Asyhadu an lâilâha illallâh wa asyhadu anna muḫammadar rasûlullâh

Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya (tetap tercurahkan) atas mu, wahai Nabi (Muhammad). Semoga keselamatan (tetap terlimpahkan) atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Bagian 2

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إنَّكَ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ

Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ muḫammad wa ‘alâ âli sayyidinâ muḫammad kamâ shallaitâ ‘alâ sayyidinâ ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ ibrâhîm wa bârik ‘alâ sayyidinâ muḫammad wa ‘alâ âli sayyidinâ muḫammad kamâ bârakta ‘alâ sayyidinâ ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ ibrâhîm. Fil ‘âlamîna innaka ḫamîdum majîd

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana pernah Engkau beri rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Dan limpahilah berkah kepada kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Muhammad, sebagaimana Engkau pernah beri berkah kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan kepada keluarga junjungan kami Nabi Ibrahim. Di seluruh alam semesta Engkaulah Yang Terpuji dan Mahamulia.

Bagian 3

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمـحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allahummâ innî ‘aûdzubika min ‘adzâbil qabri wa min ‘adzâbin nâr wa min fitnatil maḫya wal mamati wa min fitnatil masîḫid dajjal

Ya Allah. Aku berlindung dari siksa kubur, dan siksa api neraka dan aku berlindung dari fitnah hidup dan mati dan saya berlindung dari fitnah keburukan Dajjal.

Bagian 4

يَا مُقَلِّبَ اْلقُلُوْبِ ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

Yâmuqallibal qulûb tsabbit qalbî ‘alâ dînik

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati saya kepada agama-Mu.